Tampilkan postingan dengan label Humaniora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humaniora. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 September 2019

Berawal Pembulian berakhir Persabatan

Oleh : Sulaimah


Assalamualaikum sahabat –sahabatiku yang cantik dan ganteng.......kali ini saya mau sharing niehhh tentang pengalaman pribadi ku. Sebelumnya saya mau perkenalkan nama saya ima, waktu saya masih belajar di sekolah MTS tepatnya pada kelas VIIi saya pernah mengalami pembulian di kelas, loe kok bisa MTS mengalami pembulian, ya bisa saja karena ceritanya begini aku waktu kelas VII itu tidak sekelas sama teman-temanku di kelas VIII pada aktu kelas VII itu aku kelas B tapi pas waktu kelas VIII aku naik ke kelas A otomatis kan aku masih asing  dengan mereka sedangkan yang lain itu sudah pada akrab karena memang hanya aku pindahan dari kelas B gak tau kenapa aku kok bisa di pindah ke kelas A, aku awalnya gak terima dan sampai nangis mengadu ke kantor kenapa Cuma aku yang dipindah yang lainnya kok gak, aku merasa ingin berhenti sekolah karena aku tidak mau pindah kelas setelah guru-guru menasehati aku kenapa aku dipindah maka aku sadar mungkin ini sudah takdirku, berbulan aku di buly dan gak akrab dengan teman-teman kelas tapi lama kelamaan alahamdulillah semuanya sudah kayak berbanding terbalik aku sudah mulai akrab dengan mereka dan bahkan aku punya sahabat namanya itu adalah (QY,FTR,UKH) kita saling membantu sama lain dan aku mulai mengetahui sifat dari mereka. Waktu MTS berlalu dilanjut waktu SMA pas SMA aku mengalami trauma, aku tidak berani atau sulit untu bergul tentu saja itu mempengaruhi proses belajarku sampai-samapi aku dipanggil oleh guruku karena pas UTS nilaiku jelek dan sampai-sampai aku dipanggil oleh guruku kenapa ima prestasinya kok menurun padahal waktu MTS kan bagus, guru saya mengetahui karena saya sekolh MTS dan MA itu di satu lembaga.
            Dari kasus yang pernah saya alami, yang dibutuhkan oleh siswa disini adalah stakeholder sekolah, yaitu guru bimbingan dan konseling.
Yang dimaksud stakeholder disini adalah komponen yang dimiliki oleh sekolah/madrasah. Jadi lebih mudahnya stakeholder itu adalah seseorang yang berperan, seseorang yang berinvestasi dalam menjamin kesuksesan mutu pendidikan disuatu sekolah/madrasah. Bisa dibilang kalau stakeholder itu adalah seseorang yang memiliki perhtian yang lebih, memperhatikan semua pendidik. Tanpa adanya stakeholder sekolah/madrasah tidak akan berjalan dengan lancar, sebagaimana mestinya. Tanpa adanya kerja sama yang baik antara stakeholder dan guru BK, maka pelayanan bimbingan dan konseling terhadap siswa tidak akan berjalan dengan baik dan lancar. Dari sini kita dapat mngetahui bahwaa hubungan antara guru BK denga stakeholder itu bagaikan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
            Sekian sepenggal dari cerita saya............wassalam.
karya: Sulaimah.


Palang Merah Remaja (PMR)



Setiap sekolah perlu melaksanakan kegiatan-kegiatan non akademik melalui perkumpulan penggemar olahraga sejenis, kesenian dan lainnya mengetahui bahwa setiap orang memiliki potensi yang berbeda-beda. Untuk itu sekolah perlu wadah untuk meningkatkan kreativitas dan pola pikir mereka dalam menghadapi perkembangan sosial yang terjadi di masyarakat sekarang. Kegiatan ekstrakulikuler dalah kegiatan tambahan di luar struktur program yang dilaksanakan di luar jam pelajaran sekolah untuk memperkaya dan memperluas wawasan, pengetahuan kemampuan siswa.
Salah satu ekstrakulikuler yang ada di sekolah adalah Palang Merah Remaja (PMR) yang bertujuan untuk mendidik dan melatih generasi muda dalam kegiatan positif, menumbuhkan sikap saling membantu, menumbuhkan minat remaja di bidang kemanusiaan dan sosial, membina rasa solidaritas antar sesama, dan membantu mengembangkan potensi yang dimiliki para anggota dalam melaksanakan segala kegiatan manusia.PMR pada tingkata Sekolah Dasar (SD) disebut PMR tingkat Mula, PMR pada tingkat SMP/MTs sederajat disebut PMR tingkat Madya sedangkan pada tingkat SMA/MA sederajat disebut PMR tingkat Wira.
Jiwa dan semangat kemanusiaan perlu ditanamkan sedini mungkin kepada anak-anak terutama terhadap siswa. Pengembangan dan pembinaannya juga harus dilakukan secara terus menerus agar mereka siap siaga setiap waktu untuk membaktikan diri bagi tugas-tugas kemanusiaan sebagai wujud rasa tanggung jawab. Para siswa diajarkan untuk bersikap peduli, tanggung jawab, bersahabat, melatih kerja sama, mempunyai jiwa kepemimpinan yang mencakup kedalam keterampilan sosial.
PMR sendiri mempunyai beberapa fungsi bagi siswa, diantaranya adalah:
                                  ·           Penguatan kualitas remaja dan pendidikan karakter
                                  ·           Mampu memberikan pertolongan pertama pada orang lain atau sesama siswa
                                  ·           Mampu bernegosiasi dengan baik
                                  ·           Mampu meringankan tugas guru untuk menangani siswa yang sakit di sekolah
                                  ·           Meningkatkan keterampilan dan kedisiplinan serta ketulusan dan kejujuran
                                  ·           Memberikan motivasi antar sesama siswa
                                  ·           Pendidik remaja sebaya
                                  ·           Calon relawan masa depan


Sabtu, 31 Agustus 2019

Menghafal?



Seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang, Al-Quran adalah kitab Allah swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw sebagai Mu’jizat terbesar Beliau, pedoman hidup bagi seluruh umat manusia serta sebagai penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya. Dibanding dengan kitab-kitab yang turun sebelumnya, (taurat, zabur dan injil) Al-Quran memiliki banyak keistimewaan karena Allah swt sendiri yang menjamin keasliannya sampai pada hari kiamat nanti. Keistimewaan lain dari Al-Quran ialah karena mudah untuk dipelajari serta mudah untuk dihafalkan bagi semua umat muslim tentunya. Untuk menghafal Al-Quran dibutuhkan hati yang ikhlas dan penuh kesabaran. Selain itu tentunya harus optimis dan yakin bisa menghafal seluruh isi dari Al-Quran. Allah swt berfirman, “Dan Sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk peringatan, maka adakah orang mau mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar [54]: 17).
Seberapa cepat seseorang menghafal Al-Quran bergantung pada kesempatan dan kecakapan masing-masing. Hal tersebut bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut:
1.      Menghafal sesuai kemampuan setiap hari, kemudian mengulanginya pada hari yang sama.
2.      Membaca ayat yang akan dihafalkan dengan tajwid dan secara tartil didepan guru. Hal ini akan mempermudah seseorang mendapatkan hafalan yang sempurna.
3.      Menelaah tafsir ayat yang akan dihafal. Hal ini akan memperkuat hafalan seseorang karena ia mengerti makna dari ayat yang dihafalkannya.
Waktu yang dihabiskan untuk menghafal Al-Quran bagi para penghafal juga berbeda-beda, tergantung kecakapan masing-masing penghafal. Semakin banyak ayat yang dihafalkan setiap harinya makam semakin cepat pula penghafal tersebut untuk khatam. Jika ia mampu menghafalkan setengah halaman dari Al-Quran dalam sehari secara rutin, maka kurang lebih ia akan menghabiskan waktu 3 tahun, 4 bulan dan 24 hari. Sedangkan jika 1 halaman setiap harinya maka membutuhkan waktu 1 tahun, 8 bulan dan 12 hari dan jika 2 halaman tiap harinya maka ia dapat mengkhatamkan hafalannya dalam waktu hanya 10 bulan 6 hari. Insyaallah.

Kamis, 15 Agustus 2019

Mendaki gunung



Mendaki gunung adalah kombinasi olahraga dan kegiatan rekreasi untuk mengatasi tantangan dan bahaya pada lereng dan jurang untuk mendapatkan view yang indah bahkan menakjubkan dari puncak walaupun untuk itu seseorang harus rela kesulitan bahkan melewati jalan yang butuh ekstra kesabaran dan berharap kelelahan tersebut dapat terbayar ketika sampai pada pada puncak dengan menikmati view yang pastinya sudah menarik. Jika kalian berpikir keuntungan mendaki hanya untuk sebuah view yang katanya sangat indah, maka kalian salah karena selain itu masih banyak sekali manfaat mendaki yang tanpa sadar memberikan manfaat luar biasa pada tubuh seorang pendaki. Simak penjelasannya berikut
Para pendaki bisa memiliki jantung dan paru-paru yang kuat. Jika kalian pernah mendaki, kalian pasti tahu bukan ketika mendaki pasti jantung kalian akan berdentak kencang bahkan nafasmu kadang terasa berat, apalagi jika itu pendakian pertama. Jangan khawatir, secara perlahan kegiatan seperti itu akan membentuk kekuatan pada jantung paru-paru. Seperti halnya jogging setiap pagi, jika kalian rutin mendaki maka serangan jantung dan stroke akan berkurang serta suplai oksigen dan peredaran darah darahpun akan semakin lancar.
Dengan mendaki secara tidak lansung stamina tubuh kalian pasti akan meningkat. Well, mendaki gunung membutuhkan banyak stamina jika kalian lupa. Tidak hanya stamina, daya tahan tubuh kalian akan semakin bagus karena dilatih untuk bertemu dengan suhu gunung yang selalu berubah-ubah.
Mendaki gunung menjadikan tulang kalian lebih padat dan tentunya bisa mencegah penyakit tulang yang bernama Osteoporosis. Iyakan? Seperti yang telah diketahui umum, ada beberapa untuk menjaga kepadatan tulang diantaranya adalah dengan cara  sering berjalan kaki, naik turun tangga dan berjemur di bawah sinar matahari pagi yang mengandung vitamin D. Jika kalian perhatikan bukannkah tiga hal di atas sangat berhubungan dengan kegiatan bernama “mendaki” tentu saja karena ketika mendaki kalian harus selalu berjalan menyusuri trek naik turun untuk mencapai puncak. Jangan lupa sinar matahari pagi juga akan sering menjadi sarapan bagi para pendaki dan yang terpenting ketika kalian menjaga kepadatan tulang maka sebanarnya anda juga mencegah penyakit Osteoporosis.
Manfaat secara tidak langsung yang akan diterima oleh seorang pendaki adalah meningkatnya daya ingat seseorang. Well, bukankah jika kita sedang mendaki gunung kita harus selalu menajamkan ingatan? Mengingat jalan yang sudah dilalui, mengingat kapan dan dimana harus berjalan dengan tali dan tentunya selalu ingat dengan kelompok mendaki kalian sendiri. Selain itu seorang direktur dari Cooper Venture DevelopmentProgram, salah satu divisi dari Aerobic Center di Dallas, Amerika Serikat pernah melakukan penelitian bahwa berolahraga termasuk mendaki ternyata mampu meningkatkan hormon serotonin yang berfungsi sebagai modulator kerja otak untuk menstabilkan emosi dan meningkatkan pemahaman sehingga daya ingat otak akan semakin baik.
Selanjutnya mendaki bisa mengurangi stress pada seseorang, bagaiama bisa? Kalian tahu kinerja otak berpengaruh pada tubuh. Jadi jika otak penat dan stress maka tubuhpun akan melemah. Lalu apa hubungannya dengan mendaki? Tentu saja ada, mendaki artinya bergerak dan berkeringat, mengeluarkan keringat bisa memberikan efek rileks pada tubuh sehingga mampu menghilangkan stress dan membuat kalian bahagia tentunya. Selain itu pemandangan hijaunya pepohonan dari puncak serta birunya langit dan udara gunung yang sejuk akan membuat kalian lebih nyaman sehingga stresspun berkurang. Jangan lupa bukankah tujuan utama mendaki adalah untuk mendapatkan pemandangan atau view yang bagus?.
Bagi kalian yang belum pernah merasakan mendaki dan berpikir mendaki itu capek,letih, kedinginan, kaki bengkak dan lain sebagainya jangan lupa karena dibalik semua itu mendaki memiliki banyak manfaat.

Minggu, 14 Juli 2019

Problematika Masa Remaja


Oleh: Fitriyah

Masa remaja adalah masa dimana seseorang memiliki rasa keingintahuan yang besar dan cenderung ingin mengeksplorasi dunia. Seringkali hasrat untuk menjelajahi segala hal ini tidak diikuti oleh pertimbangan yang matang, sehingga terkadang tindakan-tindakan yang diambil dapat beresiko tinggi baik bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitarnya. Jika hal tersebut tidak diperhatikan dan dibiarkan tanpa pengawasan, maka perbuatan beresiko ini dapat memunculkan beberapa masalah.
Beberapa masalah yang sering dihadapi remaja antara lain sebagai berikut:
1.      Penampilan
Bagi para remaja penampilan merupakan salah satu masalah penting. Hal tersebut dikarenakan bagian tubuhnya yang terus berkembang dan berubah, yang tentunya mereka harus mengatasi perubahan-perubahan tersebut. Selain itu mereka akan terus melihat dan mendengar sosok-sosok yang sempurna di media sosial dan juga teman sebayanya akan membuat mereka semakin memperhatikan penampilannya secara berlebihan.
2.      Pendidikan
Masa remaja merupakan masa dimana para remaja belajar membuktikan jati dirinya dengan mencetak nilai setinggi mungkin dan meraih prestasi yang tentunya membanggakan orang-orang yang dicintainya. Hal ini baik untuk masa depan mereka, namun tetap harus sesuai dengan kemampuan masing-masing remaja, jika dipaksakan maka akan menciptakan tekanan besar, bahkan mereka dapat setres jika tidak bisa mengatasi hal tersebut.
3.      Cinta
Aliran hormon di dalam tubuh yang semakin meningkat membuat para remaja semakin banyak memiliki masalah, khususnya masalah percintaan. Bagi para remaja menyukai lawan jenisnya adalah hal yang wajar, namun para orang tua harus memastikan anak-anak remaja mereka agar tidak melakukan hal-hal di luar norma.
4.      Bullying
Penindasan atau yang biasa disebut bullying adalah salah satu masalah remaja lainnya yang sangat mengganggu kehidupan mereka. Hal tersebut bahkan bisa mempengaruhi kepribadian dan perilaku mereka. Untuk mencegah hal tersebut maka para orang tua perlu memastikan bahwa anak mereka selalu mendiskusikan semuanya tanpa ada yang terlewat. Ajari mereka untuk bisa keluar dari situasi seperti itu.
5.      Persahabatan
Banyak para remaja yang bisa membuat hubungan sepele menjadi sangat rumit, bahkan terkadang hubungan pertemanan yang indah sering dibumbui dengan masalah-masalah sepele. Hal ini wajar dilakukan, karena mereka sedang dalam proses mengembangkan keterampilan sosial mereka.
6.      Harga diri
Kebiasaan lain yang biasa dilakukan para remaja adalah membanding-bandingkan diri mereka dengan orang lain. baik dari bentuk tubuh, prestasi hingga penampilan. Hal ini tanpa disadari akan menciptakan tekanan pada diri mereka sendiri.

Dengan segala ketidakstabilan hormon dan sikap, maka diharapkan pada setiap orang tua untuk membantu anak-anaknya untuk menemukan jatidiri mereka sendiri tanpa terpengaruh dari teman-temannya.

Selasa, 30 April 2019

Sebuah Cerita



Oleh: Hafidzoh




Seperti pepatah mengatakan “Seseorang yang ingin menjadi yang terbaik di suatu tempat, akan mengalami ujian di tempat itu”. Seseorang yang ingin menjadi yang terbaik di kantor ya ujiannya di kantor. Entah itu ujiannya berupa iri dan dengki dengan sesama kolega, bos yang suka semena-mena dll. Orang yang ingin menjadi yang terbaik di kampus akan menghadapi ujian di kampus. Entah itu berupa dosen yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, matkul yang tidak disukai, terlalu banyak acara, dan lainnya. Seperti halnya penulis yang ingin menjadi yang terbaik dalam menghafal Al-quran ya tentu ujiannya seputar hafalan Al-quran. Entah itu berupa kemalasan luar biasa yang harus dihadapi, selalu lupa dalam Muraja’ah, bingung dalam mengatur waktu dan lainnya. Namun hal-hal seperti itu tidaklah pantas untuk dijadikan alasan sebagai penghambat dalam menghafal Al-Quran karena seharusnya hal seperti itu dijadikan sebagai motivasi dalam mencapai tujuan karena jika tidak, maka hal itu akan terus berulang menjadi penghambat dalam menghafal Al-Quran. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi adalah niat yang tulus untuk menjaga kalam-Nya hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh ustadzah Nur Chanifah “jika kalian benar-benar tulus ingin menjadi penghafal Al-Quran maka kalian harus mengubah niat dari “Kuliah sambil Mondok” menjadi “Mondok sambil Kuliah” karena hal itu juga akan mempengaruhi tujuan kalian ”. Untuk merubah mindset memang tidak mudah, namun hal ini harus dipaksakan. Mungkin pada awalnya memang terpaksa namun lambat laun kita akan menyadari bahwa yang selama ini kita anggap sebagai paksaan justru adalah sesuatu yang dibutuhkan sehingga perasaan “dipaksa” juga akan hilang dengan sendirinya. Seperti halnya penulis, sebelum penulis mulai menghafal Al-Quran penulis  sering menghawatirkan masalah-masalah dunia misalnya masalah kiriman atau transfer-an dari orang tua, masalah tidak bisa seperti teman-teman yang lain yang bisa hidup lebih baik dari penulis atau masalah-masalah yang lainnya. Namun setelah mulai menghafal Al-Quran pikiran-pikiran seperti itu sering tidak muncul, bahkan yang selalu muncul adalah pikiran bagaimana caranya menjaga hati agar selalu menjadi pribadi yang baik dan sebisa mungkin menjadi orang yang pantas untuk memantaskan diri sebagai bagian dari keluarga Allah. Selain mengalami beberapa perubahan pola pikir, kini penulis menyadari beberapa keuntungan dalam menghafal Al-Quran yang mungkin saja sering tidak diperhatikan, diantaranya adalah fakta bahwa menghafal Al-Quran dapat melatih seseorang untuk berkonsentrasi tinggi. Semakin banyak ayat yang bisa dihafal oleh seseorang dan hafalannya tetap terpelihara dengan baik, berarti konsentrasi seorang tersebut menjadi semakin tinggi. Pada umumnya semakin banyak ayat yang dihafal maka semakin cepat untuk menghafal ayat-ayat lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa terjadi proses perbaikan konsentrasi menjadi semakin tinggi, apabila semakin banyak ayat-ayat Al-Quran yang dihafal. Konsentrasi yang tinggi akan melatih seseorang untuk memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi yang baik.
Seperti yang telah diketahui bahwa sebagai seorang mahasiswa penulis masih memiliki beberapa kesibukan, hal tersebut sering dijadikan alasan untuk menjauh dari Al-Quran dengan alasan belum sempat baca, kehabisan waktu dan lain sebagainya. Entah mengapa tangan ini begitu kunyu untuk menjamah Al-Quran jangankan satu juz, setengah juz atau satu halaman terkadang masih terasa berat untuk terucap oleh lisan setiap harinya, padahal sudah tahu bahwa membaca Al-Quran sebelum mengawali segala aktivitas sehari-hari bisa menjadi investasi bagi kita. Semacam tabungan semangat dan tenaga untuk menuntaskan segala yang sudah terencana. Jika membaca masih terasa sangat memberatkan, penulis mencoba untuk latihan mendengarkan murottal. Salah satu murottal yang penulis suka adalah murottalnya Emid Al-Mansury karena temponya cepat dan iramnya nyaman untuk diikuti, terkadang penulis juga suka mendengarkan Imam Besar Masjidil Haram yakni Abdurrahman as-Sudais beliau sering terisak saat membaca ayat-ayat tertentu dan ketika penulis mencoba membaca artinya memang membuat merinding, misalnya ayat yang menggambarkan hari kiamat atau siksaan di neraka. Dengan mendengarkan murottal ini penulis kembali mengerti bahwa sekalipun kita tidak mengetahui arti dan tujuan dari ayatnya, tetap akan membuat hati tentram bukan? Karena sejatinya Al-Quran merupakan kalam Allah yang sudah terjamin isinya.
Dulu penulis tidak pernah berpikir akan menjadi salah satu orang yang beruntung karena telah diundang Allah untuk menjadi bagian dari keluarga-Nya, untuk menjadi bagian dari orang-orang yang menghafal kalam suci-Nya. Mungkin banyak cerita yang lebih luar biasa tentang buah yang dipetik dari membaca dan menghafal Al-Quran. Namun sedikit dari apa yang yang penulis alami telah cukup untuk meyakininya.
Cinta itu indah
Namun jika bagimu tidak, mungkin kamu salah memilih pasangan.
Begitupun dengan Al-Quran. Al-Quran adalah obat bagi segala hal
Namun jika bagimu beban, mungkin kamu belum mengerti.
(Ust. Abu Syamsuddin).

Rabu, 20 Februari 2019

“Inspiration From Freedom Writers Movie”


“Inspiration From Freedom Writers Movie”

oleh: Fitriyah


Freedom writers adalah salah satu film yang di angkat dari kisah nyata dan menceritakan tentang perjuangan seorang guru yang bernama Erin Gruwell (wanita idealis berpendidikan tinggi) di wilayah New Port Beach, California, Amerika Serikat di Woodrow Wilson High School sekitar tahun 1990-an sebagai guru Bahasa Inggris yang harus berjuang keras dalam memberikan pembelajaran bagi murid-muridnya yang merupakan korban perkelahian kekerasan antar geng dan konflik rasial, bagi mereka kehidupan yang sebenarnya hanyalah bagaimana caranya agar selamat dari kekerasan. Di dalam kelas mereka duduk sesuai dengan gank masing-masing ras Negro berkumpul dengan ras Negro begitupun ras orang Kamboja, Latin, dan ras kulit putih  tak seorangpun yang mau duduk dengan ras yang berbeda. Kesalah pahaman kecil yang terjadi dapat memicu perkelahian antar ras.
Mrs.Gruwell menemukan beberapa faktor yang mempengaruhi pembelajaran murid-murid nya di dalam kelas yakni faktor internal kemauan belajar dari dalam diri sendiri dan faktor eksternal lingkungan sekitar yang mempengaruhi keadaan psikologis mereka.
Dalam menjalankan misinya Mrs.Gruwell melakukan sesuatu yang sejatinya harus di miliki oleh seorang guru yakni:
1.      Mengenal karakteristik dari para murid yang akan dia ajar karna dengan demikian guru dapat menentukan metode apa yang akan digunakan dalam pembelajaran. Mrs.Gruwell memahami kondisi murid-muridnya yang selalu berkelompok dengan ras mereka masing-masing ia berusaha menemukan bagaimana cara “menjangkau” kehidupan mereka dengan memberikan buku tentang kehidupan gank yang tidak jauh berbeda dari keseharian mereka yang keras dan di penuhi bayang-bayang kekerasan. Tidak hanya itu Mrs.Gruwell juga berusaha keras untuk menghilangkan sekat tak terlihat yang memisahkan mereka. Salah satunya dengan menyuruh mereka membaca buku “The Diary of Anne Frank” dan mendengarkan cerita dari korban Holocaust.
2.      Semangat yang tinggi. Dalam hal ini guru tidak boleh putus asa dalam menjalankan misinya yang gagal, akan tetapi selalu berusaha dan terampil dalam menciptakan suasana senang dalam kelas
Seperti yang dilakukan Mrs.Gruwell dengan menciptakan berbagai game untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman.
Permainan garis. Mrs.Gruwell membagi muridnya dalam dua kelompok besar yang masing-masing terdiri bermacam-macam ras, tidak seperti keseharian mereka yang selalu berkumpul dengan ras masing-masing. Mrs.Gruwell mencoba menggabungkan dan mendekatkan mereka satu sama lain untuk menciptakan kolaborasi dan suasana kelas yang menyenangkan. Permainan ini menggunakan isolasi sebagai garis diantara 2 kelompok, selanjutnya Mrs.Gruwell memberikan beberapa pertanyaan. Jika  dengan itu cocok dengan mereka, mereka harus maju menginjak garis berhadap-hadapan dengan temannya
Menulis jurnal harian. Mrs.Gruwell meminta murid-muridnya untuk menulis jurnal tentang keseharian mereka,apapun yang diingikan, terkait apapun yang di alami dan rasakan di kehidupan mereka. Dengan menulis jurnal ini Mrs.Gruwell memiliki tujuan untuk mendekatkan diri terhadap murid-muridnya. Kemudian Mrs.Gruwell mengumpulkan jurnal harian mereka menjadi satu dan di beri nama “freedom writes diary” dan masih banyak lainnya
Setelah membaca tulisan ini kita sebagai calon pendidik (bagi anak-anak) diharapkan termotivasi atas apa yang dilakukan oleh Mrs.Gruwell terhadap para muridnya.